Senin, 10 Desember 2012

Tujuan dan Agenda Reformasi

Tujuan reformasi
Utama: Memperbarui tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 terutama dalam bidang politik, hukum, dan ekonomi
1. Reformasi politik bertujuan tercapainya demokratisasi.
2. Reformasi ekonomi bertujuan meningkatkan tercapainya masyarakat.
3. Reformasi hukum bertujuan tercapainya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
4. Reformasi sosial bertujuan terwujudkan integrasi bangsa indonesia.

Agenda reformasi  
Beberapa agenda reformasi yang disuarakan para mahasiswa antara lain: 
1.    Adili Soeharto dan kroni-kroninya 
2.    Amandemen UUD 1945 
3.    Penghapusan Dwi Fungsi ABRI 
4.    Otonomi daerah yang seluas-luasnya 
5.    Supremasi hukum 
6.    Pemerintah yang bersih dari KKN

Agenda reformasi dalam pandangan berbeda:
Bidang politik
1. Reformasi di bidang ideologi negara dan konstitusi.
2. Pemberdayaan MPR, DPR, DPR
3. Reformasi lembaga kepresidenan dan kabint
4. Pembaharuan kehidupan politik yaitu memperdayakan partai politik untuk menegakkan kedaulatan rakyat, maka harus dikembangkan sistem multipartai yang demokratis tanpa intervensi pemerintah.
5. Penyelenggaraan Pemilu.
6. Birokrasi sipil mengarah pada terciptanya institusi birokrasi yang netral dan profesiona
7. Sistem pemerintah daerah dengan sasaran memperdayakan otonomi daerah berdasarkan asas desentralisasi.

Bidang Ekonomi
1. Perbaikan ekonomi dan kesejahteraan pada bidang perbankan, perdagangan, dan koperasi serta pinjaman luar negeri
2. Penghapusan monopoli dan oligopoli.
3. Mencari solusi yang konstruktif dalam mengatasi utang luar negeri.

Bidang hukum
1. Terciptanya keadilan atas dasar HAM.
2. Dibentuk peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan tuntutan
3. Fokus pada integrasi nasional.

Bidang pendidikan 
1. Pemecahan masalah kurikulum di Indonesia agar lebih baik
Senin, 19 November 2012

Tokoh-Tokoh Reformasi (Pemrakarsa)


Pada  setiap pergantian rezim pastilah sejarah  mendokumentasikan tokoh-tokoh yang berjasa atas perubahan rezim  pemerintahan itu. Baik tokoh-tokoh reformasi ataupun tokoh-tokoh pergerakan lain.  Misalnya di Indonesia saat  peralihan rezim order baru yang dipimpin Soeharto lengser, sebelum  peristiwa besar itu terjadi sudah muncul orang-orang di luar sistem  pemerintahan yang aktif menawarkan harapan perubahan menuju  Indonesia baru.

Tokoh-tokoh reformasi belakang menjadi tokoh yang menggemparkan dunia politik Indonesia. Mereka hadir dengan berbagai cara pandang baru yang sedikit banyak mengubah haluan dunia politik Indonesia.

Masa reformasi yang terjadi beberapa tahun ke belakang bisa jadi merupakan masa-masa perubahan Indonesia dari segala sisi. Politik, sosial dan ekonomi. Perubahan itu merata di semua lapisan masyarakat. Dari kalangan atas hingga masyarakat kelas bawah. Ada masyarakat yang menilai itu sebagai sebuah perubahan positif, dan ada juga sebagian masyarakat yang justru memandang itu sebagai hal yang negatif.

Kenyataannya, setelah masa-masa itu, setelah kehadiran tokoh-tokoh reformasi itu, Indonesia mengalami berbagai konflik lanjutan. Beragam konflik muncul. Konflik yang lama terpendam, semua menguak dan berebut untuk dicarikan jalan keluarnya.

Keadaan ekonomi, sosial, dan politik yang masih tidak stabil akibat masa reformasi itu semakin menambah sulit terselesaikannya masalah-masalah tersebut. Akibatnya, masalah-masalah kecil yang seharusnya diperhatikan, menjadi sangat terabaikan, dan masalah besar pun belum bisa diselesaikan dengan sempurna.

Tokoh-tokoh Reformasi  muncul karena mereka gusar akan keadaan perekonomian Indonesia yang tak  kunjung membaik, malahan semakin terpuruk karena dihantam badai krisis  moneter yang melanda Asia Tenggara.

Disokong  oleh gelombang gerakan mahasiswa se-Indonesia yang menuntut  Soeharto turun dari kursi presiden, akhirnya memaksa  MPR mencabut mandat tugas presiden. Soeharto akhirnya  menandatangani surat pengunduran diri dari jabatan kepresidenan dan  diserahkan kepada BJ Habibie, yang waktu itu menjabat  wakil presiden.  Peristiwa itulah yang dengan seketika banyak  memunculkan tokoh-tokoh reformasi yang kontroversial.

Tokoh-tokoh  reformasi yang pantas disebut sebagai sosok intelektual,  berjasa  membawa angin perubahan di Indonesia ini akhirnya mewarnai lembaran  jagat perpolitikan di era reformasi dan benar-benar  membawa angin perubahan demokrasi yang berbeda dengan sebelumnya. Salah  satunya adalah pemilihan presiden  secara langsung  lewat pemilihan suara oleh masyarakat Indonesia.

Tokoh-tokoh reformasi tersebut antara lain sebagai berikut. 
1. Abdurrahman Wahid
Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur, adalah pemimpin Nahdhatul Ulama,  sebuah ormas Islam terbesar di Indonesia. Gus Dur memiliki karisma yang  kuat. Selain ulama, beliau juga negarawan yang memiliki wawasan tentang  pentingnya pluralisme bangsa. Gus Dur adalah salah satu dari  tokoh-tokoh reformasi yang membawa dampak banyak bagi Indonesia.

Gus  Dur yang mencentuskan pertemuan Ciganjur yang dihadiri oleh  Megawati, Sir Sultan Hamengkubuwono X, Amien Rais.  Selanjutnya, tokoh-tokoh reformasi yang hadir di Ciganjur menamai  dirinya sebagai kelompok Poros Tengah yang bertekad menggulirkan agenda  reformasi di Indonesia.  

Gus  Dur juga sebagai penggagas berdirinya Partai  Kebangkitan Bangsa (PKB) yang anggotanya sebagian besar adalah  orang-orang NU. Di PKB, Gus Dur menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan  Penasihat, sedangkan ketua umum partai Matori Abdul Jalil. Partai ini  juga banyak melahirkan tokoh-tokoh reformasi dengan pemikiran kritis.

Pada  masa pemilu pertama di awal orde reformasi, Gus Dur  dijagokan menjadi calon presiden RI oleh tokoh-tokoh reformasi dari PKB  dan disokong penuh oleh kelompok Poros Tengah. Akhirnya, Gus Dur  ditunjuk sebagai Presiden RI menggantikan BJ Habibie, sedangkan Megawati diangkat menjadi wakil presiden mendampingi Gus Dur. 

Namun  di tengah masa pemerintahnya, Gus Dur dicopot mandatnya oleh MPR.  Abdurrahman Wahid meninggal dunia pada 30 Desember 2009 dan dimakamkan  di Jombang.  Tokoh-tokoh reformasi ikut  mengantarkannya hingga liang lahat.

2. Sri Sultan Hamengkubuwono X
Sri  Sultan Hamengkubuwono X merupakan sosok Raja  Yogyakarta yang memiliki peran penting mempersatukan  bangsa ini agar tetap bersatu, karena sejak krisis moneter Indonesia  mengalami ancaman disintregrasi. Apalagi, sejak Timor Timur lepas dari  pangkuan ibu pertiwi, memicu timbulnya separatisme di  beberapa tempat di Indonesia.  

Banyak yang tidak tahu, bahwa beliau juga merupakan bagian dari tokoh-tokoh reformasi. Pada masa menjelang reformasi, Sri Sultan sering turun ke jalan menenangkan  demonstran agar tak bertindak anarkis, terutama di Yogyakarta. Pada  waktu itu, hari-hari menjelang Soeharto turun terjadi aksi huru-hara di  Jakarta, Solo, dan Banjarmasin. Sebagai salah satu dari tokoh-tokoh reformasi, beliau membawa dampak baik bagi masyarakat Yogyakarta.

Agar  aksi anarkis tak menjalar ke Yogyakarta, Sang Raja  ini selalu hadir setiap ada demonstrasi dan mengunjungi korban-korban  kekerasan demo di rumah sakit. Terbukti, Yogyakarta  tetap terkendali walau sempat ada bentrok di sudut kota seperti di  Gejayan, yang menelan korban satu orang. Tapi tetap, tidak separah di  daerah lain. Sebagai salah satu tokoh yang tergabung dalam tokoh-tokoh  reformasi, beliau lebih berperan sebagai pengendali massa.

Berkat  itulah, setelah reformasi, Sri Sultan ditunjuk menjabat Gubernur Daerah  Istimewa Yogyakarta bersama Sri Paku Alam IX menggantikan gubernur  sebelumnya Sri Paku Alam VIII yang telah wafat. 

3. Megawati Soekarno Putri
Berbicara mengenai tokoh-tokoh reformasi tidak sah rasanya jika tidak menyebutkan nama wanita yang satu ini.  Megawati Soekarno Putri merupakan simbol dari perlawan  terhadap rezim orde baru. Saat jabatan ketua PDI digulingkan sepihak  oleh Soeryadi yang disokong oleh rezim orde baru, Megawati mendirikan partai baru yang diberi nama Partai Demokrasi Indonesia 

Perjuangan, sebagai partai tandingan PDI. Sejak itu, Megawati berjarak dengan rezim Soeharto. Pada  era reformasi, pemeran dalam tokoh-tokoh reformasi ini memiliki peran  yang cukup penting. Beliau merancang kembali nilai-nilai  nasionalisme dan demokrasi. Pada pemilu legislatif,  partai yang didirikan Megawati memperoleh banyak suara, bahkan  mengalahkan Golkar. Megawati pun ditunjuk sebagai wakil presiden mendamping Gus Dur. Dia didukung oleh banyak tokoh-tokoh reformasi lainnya.

Dua  tahun berikutnya, Megawati naik menjadi presiden menggantikan kedudukan  Gus Dur yang dicopot mandatnya oleh MPR, dan menunjuk Hamzah Haz  sebagai wakil presiden untuk mendampingi Megawati melanjutkan  pemerintahan. 

4. Amien Rais
Amien Rais merupakan salah satu dari tokoh-tokoh reformasi yang hadir dari dunia kampus.  Amien Rais juga punya andil dalam menggulingkan rezim Soeharto. Beliau  merupakan sosok pencetus berdirinya kelompok Poros Tengah yang  dideklarasikan di Ciganjur, tempat kediaman Gus Dur. Awal-awal menjelang rezim orde baru runtuh, Amien Rais  selalu turun ke jalan bergabung dengan demonstran mahasiswa.  Orasi-orasi yang dilontarkan Amien Rais begitu cerdas. Beliau menawarkan  perubahan demokrasi Indonesia yang lebih modern. 

Saat banyak partai bermunculan bak cendawan di musim hujan,  Amien Rais juga mendeklarasikan partainya, yakni Partai Amanat  Nasional. Pada era reformasi, PAN merupakan salah satu partai papan  atas. Amin Rais juga sempat menjabat ketua MPR.